Saturday, December 2, 2017

Yesus, Yakobus, dan Rasul Paulus

YESUS ORANG NAZARETH, YAKOBUS SI ADIL dan RASUL PAULUS

Ada sebuah DOKUMEN GNOSTIK yang ditulis dalam bahasa Yunani yang memuat percakapan YESUS dengan "saudara"-nya, YAKOBUS SI ADIL.


Pertemuan tahunan Society of Biblical Literature (SBL) mutakhir, 18-21 Nov 2017, di Boston, menjadikan dokumen gnostik Kristen WAHYU PERTAMA YAKOBUS (WPY) sebagai salah satu fokus perbincangan.

WPY adalah satu-satunya dokumen yang ditulis dalam bahasa Yunani dari 52 dokumen dalam Perpustakaan Nag Hammadi atau The Nag Hammadi Library yang nyaris seluruhnya, 51 dokumen, ditulis dalam bahasa Koptik, yang keseluruhannya ditemukan di Nag Hammadi, Mesir, tahun 1945.

Dalam WPY, Yesus menyapa Yakobus sebagai "saudaraku" (yang "bukan ragawi") yang diberi sebutan tambahan "si Adil".

Dalam percakapan ini, Yesus mengajarkan dan menyingkapkan hal-hal yang dibutuhkan dan memampukan Yakobus setelah Yesus wafat untuk menjadi sang guru yang baik, "Yakobus si Adil", yang membimbing orang untuk mengenal Yesus.

Sebagai sebuah dokumen yang heterodoks, yang memuat ajaran gnostik Kristen (abad ke-2 hingga abad ke-6 M), WPY tentu saja dulu ditolak untuk menjadi bagian Perjanjian Baru.

Meskipun demikian, dokumen WPY menjadi sebuah sumber sastra ekstra-PB penting yang memberi kita gambaran tentang dekatnya hubungan Yesus dan Yakobus secara personal.

Selanjutnya, saya beri info tambahan yang relevan yang sudah saya dalami. Kekristenan Yahudi awal dibangun oleh Yakobus si Adil, yang menganut teologi yang bertolakbelakang dengan teologi yang diajarkan Rasul Paulus yang mencari para pengikut baru Yesus dari orang-orang bukan Yahudi.

Dari berbagai dokumen lain di luar PB, juga sedikit dari PB sendiri, kita mendapatkan gambaran yang jelas tentang konflik sengit antara kekristenan Yahudi (yang dibangun Yakobus si Adil) dan kekristenan Yunani yang dibangun Rasul Paulus, meski Paulus tidak melepaskan seluruh tradisi keagamaan Yahudi yang sebelumnya dipertahankannya mati-matian selaku seorang Farisi.

Kita tahu, kekristenan Paulus kemudian menjadi kekristenan pemenang lewat berbagai pertarungan ideologis dan politis di era patristik. Paulus menang karena kekuatan politik Romawi berpihak kepadanya lewat bapak-bapak gereja awal.

Sedangkan kekristenan Yahudi awal sendiri tenggelam, diawali dengan penyingkiran ke Pella (sebelah timur Sungai Yordan, di kawasan Dekapolis) sebelum pecah Perang Yahudi vs. Roma Pertama (tahun 66-77 M), dan diakhiri dengan exodus bangsa Yahudi keluar Palestina yang diharuskan oleh Dekrit Kaisar Hadrianus tahun 135 setelah Perang Yahudi Kedua usai (tahun 132-135 M) dengan kekalahan telak bangsa Yahudi.

Orang yang mengenal dekat Yesus dari Nazareth, dan mengenal Yesus muka berhadapan muka, yakni Yakobus, tidak sejalan dengan Rasul Paulus. Anehnya, kekristenan di zaman modern (Ortodoksi) malah jauh lebih dekat ke Paulus ketimbang ke Yakobus si Adil dan ke Yesus orang Nazareth.

Baca tuntas buku saya yang membeberkan dengan komprehensif pertikaian antara kekristenan Yakobus dan kekristenan Paulus, yang berjudul Menguak Kekristenan Yahudi Perdana (2009), 200 halaman.

Berita tentang WPY dan pertemuan tahunan SBL di sini
http://www.sciencealert.com/greek-first-apocalypse-james-nag-hammadi-library-teaching-tool.

Teks terjemahan Inggris dokumen WPY lihat di http://gnosis.org/naghamm/1ja.html.

Silakan di-share jika ingin.

Dokumen lain yang relevan dibaca, Kisah Masa Kanak-kanak Bunda Maria menurut Yakobus, tersedia di sini http://ioanesrakhmat.blogspot.co.id/2010/11/protevangelium-jacobi-atau-kisah-masa.html?m=1.

Salam, 
ioanes rakhmat
02 Des 2017


Thursday, November 23, 2017

Iklan lagi: Mau masuk sorga?

SORGA YA DI BUMI INI.
TAK ADA PILIHAN LAIN!

Tulisan ini saya buat sebagai reaksi saya atas sebuah video (saya lampirkan satu atau dua screencapture dari gambar adegan-adegan dalam video ini) yang berisi pesan masuk sorga lewat Yesus. Video ini kiriman seorang sahabat yang sangat baik hati. Terima kasih kepadanya.


Sorga, kita tahu, ditawarkan banyak pengkhotbah agama, untuk berbagai kepentingan. Termasuk untuk kepentingan ekonomi dan politik. Tak heran, jika demi sorga, orang yang beragama mau berseteru dan berperang, dua kondisi yang ironisnya diajarkan tidak ada dalam sorga. Ajaran dan perbuatan kok berbenturan?

Saya juga berulangkali diingatkan untuk jangan kehilangan peluang untuk masuk sorga, lewat hanya satu jalan, percaya pada Yesus. Mereka yang "menjual" sorga ke saya ini berasumsi saya sudah jauh dari Yesus. Asumsi ini datang dari alam "neraka", hemat saya.

Karena, faktanya, saya hingga detik ini dengan riang tetap bersahabat dengan Yesus, sosok mulia yang saya cintai, sosok agung yang ingin saya makin kenal lewat kajian-kajian ilmiah. Cinta pada Yesus, bagi saya, memerlukan ilmu pengetahuan untuk digunakan dalam usaha makin mengenal dan makin memahami Yesus. Tak ada benturan antara cinta dan ilmu pengetahuan.


Tapi memang sudah jelas, saya belum mau masuk sorga dan juga tidak akan pernah mau. Kok? Ya, ada alasan-alasan yang mendasari sikap saya ini.

Dalam Doa Bapa Kami (DBK) yang tertulis dalam injil Perjanjian Baru, ada bagian doa ini (konon diajarkan Yesus) yang berbunyi, "Jadilah kehendak-Mu di Bumi seperti di sorga."

Nah, menjadikan kehendak Allah di Bumi ini yang belum dan tak akan pernah selesai saya lakukan. Selama belum selesai, ya tak ada keinginan saya untuk masuk sorga lewat kematian, apalagi lewat kematian yang sengaja dipercepat.


Kehendak Allah ya tentu banyak, mungkin tak terbatas sama halnya dengan sifat-Nya yang mahatahu dan mahatakterbatas. Tapi, kalau memusingkan dan mencoba memahami hal yang tak terbatas ini, ya kita tidak akan pernah melakukan apa-apa yang bermakna selama kehidupan di muka Bumi.

Jadi, ya sebut saja tiga contoh tentang hal yang Allah pasti kehendaki.

Sudah pasti, tak ada keraguan sedikitpun, bahwa Tuhan itu Maha Pengasih-Penyayang dan Maha Penolong.

Dengan demikian, Tuhan menghendaki kita juga untuk mewujudkan kasih sayang dan pertolongan kepada sesama manusia, semua bentuk kehidupan, dan alam indah ini yang di dalamnya kita hidup.

Sudah pasti juga bahwa Tuhan itu Mahatahu. Dus, Tuhan juga menjadi sumber kemahatahuan; dus Dia juga sumber segala ilmu pengetahuan.

Nah, Tuhan YM Tahu pastilah menghendaki kita untuk juga dengan cerdas dan tekun  mengembangkan dan memajukan ilmu pengetahuan tanpa batas.

Ilmu pengetahuan itu memang tanpa batas, tak akan pernah selesai dan tak akan pernah mencapai garis finish, dibangun dan dikembangkan oleh sangat banyak orang lintaszaman, lintasgenerasi, lintasgeografi, lintas kebudayaan. Dibangun dan dikembangkan lewat proses yang sangat dinamis, dialektis, partisipatif, kumulatif, progresif dan serbaterbuka, infinite.

Dus, ilmu pengetahuan bergerak terus ke depan, makin maju, tak bisa dihentikan oleh kekuatan apapun dan tak akan pernah tamat. Lahir dan berkembangnya iptek, dan manfaat besar yang diberikan iptek bagi kehidupan dan dunia ini, menunjukkan bahwa manusia memiliki kecerdasan dan keluhuran budi.

Tentu saja, ada juga orang-orang bejad dari kalangan para politikus dan militer dari berbagai agama dan para pemilik modal besar, yang bisa menunggangi dan memanipulasi iptek demi mencapai tujuan-tujuan durjana mereka. Selain itu, ada juga para pelacur di dunia ilmu pengetahuan, yang dinamakan junk scientists, yang piawai menelikung dan memelintir iptek juga demi memuaskan kerakusan mereka dan mewujudkan pikiran-pikiran jahat mereka.

Jadi, sekarang, kalau tiga hal yang menjadi kehendak Tuhan itu kita laksanakan dengan cerdas, tekun, gigih, ikhlas, girang, dan kooperatif, ya kita sedang menjadikan kehendak Tuhan terwujud di Bumi ini.

Di sorga, tentu semua "penghuni" sorga menjalankan kehendak Tuhan YM Pengasih-Penyayang, YM Penolong, dan YM Tahu. Kalau tidak demikian, pasti bukan sorga namanya; mungkin sarang bandit, musuh Tuhan, tempat kekejian dan kejahatan berkuasa dan merajalela tanpa batas.

Jadi, jika di Bumi kita mewujudkan kehendak Tuhan, itu artinya kita juga sedang hidup di dalam sorga. Ajaran Yesus dalam DBK itu menekankan hal ini: jadikan Bumi ini sorga dengan menjalankan dan mewujudkan sorga di muka Bumi. Kata Yesus dalam DBK, "Datanglah Kerajaan-Mu!" Datang ke mana? Ya ke dalam dunia ini! Kapan? Ya sekarang ini dan seterusnya! Yesus tidak berkata, masukilah sorga di luar dunia ini sesudah anda mati.

Ketika Yesus mengajar dan memotivasi orang lewat perumpamaan-perumpamaannya tentang kerajaan Allah, Yesus tidak mengarahkan mereka ke dunia lain sesudah kematian, tetapi ke kehidupan dalam dunia masa kini di Bumi ini, di negeri Palestina, yang mereka perlu jalani dengan tabah, gembira, tekun, kuat, pantang berputusasa, lantaran Allah itu pengasih, penyayang dan penolong.

Jadi, ingat tiga hal ini saja dulu untuk kita jalankan dan realisasikan di muka Bumi sebagai bagian dari Kerajaan Sorga: kasih sayang, penolongan, dan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai suatu sarana yang memperbesar peluang dan kemungkinan untuk kasih sayang dan pertolongan dapat diwujudkan bagi semua bentuk kehidupan dan bagi kebaikan alam semesta ini.

Karena jagat raya kita ini, termasuk planet Bumi dalam sistem Matahari kita, masih akan ada bermilyar-milyar tahun dari sekarang, dan begitu juga halnya dengan kehidupan yang terus mengalami evolusi (alamiah dan buatan), maka mewujudkan tiga kehendak Tuhan itu adalah juga tugas yang TAK AKAN PERNAH SELESAI.

Alkisah, ada lima musafir yang sedang berkelana di sebuah gurun pasir sangat luas. Mereka bertekad untuk menemukan nirwana atau sebut saja sorga lewat ziarah gurun mereka.

Dalam perjalanan mereka yang melelahkan dan memakan jiwa raga, akhirnya mereka tiba di suatu tempat yang tampaknya tidak bisa dilewati lagi karena dihalangi dinding tinggi 3 meter, yang membentang panjang, tak terlihat ujung-ujungnya di kiri dan di kanan.

Mereka berbincang sejenak persis di depan tembok penghalang itu. Mereka sepakat untuk melihat ada apa di balik tembok itu, lalu akan  melompatinya. Dengan membangun tangga dua tubuh, dengan yang satu menjadi injakan yang lainnya, peziarah pertama berhasil melihat apa yang ada di balik tembok itu. Dia cuma berseru, "Amboi!"; lalu melompat masuk ke kawasan di balik tembok.

Orang yang kedua, dengan cara yang sama, juga dapat mencapai tepi atas tembok, lalu melihat  sesuatu di balik tembok, dan spontan berteriak girang, "Woow, hebat, luar biasa!" Lalu dia langsung lompat ke kawasan yang sedang dilihatnya.

Peziarah yang ketiga dan yang keempat juga melihat hal yang sama dan melakukan hal yang sama pula. Empat orang pengelana lain telah berada di kawasan seberang, lalu tidak terdengar lagi suara mereka.

Tinggal satu peziarah gurun yang menjadi orang terbawah dari tangga manusia yang tadi mereka buat bersama. Dia ditinggal pergi empat kawannya. Dia kini yatim. Sebatangkara. Living in aloneness. Empty. Single.

Dia tidak bisa memegang tepi atas tembok. Tak ada yang bisa membantunya untuk dapat melihat segala hal yang sebelumnya telah dilihat empat kawan seziarahnya, yang kini telah hidup di kawasan seberang.

Si pengelana sebatangkara ini berlari jauh ke sisi kanan, lalu balik lagi ke sisi kiri. "Mungkin ada sebuah pintu", pikirnya.

Setelah sekian waktu mencari sekuat tenaga, kasihan, si pengelana piatu ini tidak menemukan satu pun pintu masuk. Akhirnya, dia duduk terpekur seorang diri di lantai pasir gurun, hanya ditemani kesunyian dan kekosongan, juga pertanyaan.

Selang satu jam tenggelam dalam kesunyian, si peziarah tunggal ini akhirnya memutuskan untuk mencari sebuah batu tajam yang akan dijadikannya pemukul dinding di hadapannya, untuk membuat lubang-lubang pijakan kaki saat memanjat nanti.

Dia berjalan senyap sendiri ke arah lain, mencari sebuah batu yang diinginkan. Berhasilkah?

Beruntunglah, setelah berjalan lima hari dengan bekal yang makin tipis, si pengelana yatim ini berhasil menemukan sebuah batu persis seperti yang diinginkannya. Batu itu teronggok sendirian, sunyi, juga sebatangkara, entah datang dari mana. Mungkin sisa pecahan meteor yang jatuh dari langit, kiriman jagat semesta.

Apapun juga, dia bawa batu itu, balik lagi ke tembok tinggi dan panjang tanpa ujung itu. Lima hari dia habiskan waktu untuk tiba kembali di depan dinding misterius itu. Telah sepuluh hari dinding itu ditinggalkannya hanya untuk menemukan sebuah batu pemahat.

Mulailah dia memukul dan mencungkili dinding itu pada titik setengah meter dari dasar tempat dia berpijak. Akhirnya terbentuk sebuah cerukan cukup dalam pada dinding itu. Lubang kedua yang lebih tinggi setengah meter dari lubang pertama berhasil juga dibuatnya. Ketika tangannya tidak bisa menjangkau tempat yang lebih tinggi di atas lubang-lubang yang sudah berhasil dibentuknya, dia tak kehilangan akal.

Dengan berdiri pada lubang-lubang teratas, dan dengan menempelkan tubuhnya pada dinding itu, susah-payah dia membuat lubang-lubang lain yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Tubuhnya makin lelah dan lemah. Tapi jika dia tak punya mental superbaja, tidak pernah sebelumnya dia memutuskan untuk menjadi seorang musafir gurun bersama empat sahabatnya yang kini telah tidak bersamanya lagi.

Akhirnya, lubang terakhir yang diperlukannya berhasil dia buat. Dengan menaikkan sebelah kakinya ke lubang itu, huuupp.... dia dengan sekuat tenaga dapat mengangkat tubuhnya ke atas, lalu kedua belah tangannya berhasil memegang tepi atas tembok aneh itu.

Segera saja terlihat olehnya pemandangan di kawasan di balik tembok. Dia langsung berseru perlahan, "Ooh, inilah nirwana!"

Anda tahu, apa yang selanjutnya dilakukan si peziarah gurun itu di saat dia sudah menemukan apa yang dipersepsinya sebagai nirwana?

Alih-alih dia melompat kegirangan ke kawasan nirwana di balik dinding, seperti yang telah sebelumnya dilakukan empat sahabat seperjalanannya, si pengelana sunyi sendiri ini malah turun lagi ke tempat semula dia berada, di lantai pasir gurun gersang dan kering. Kok?

Katanya dalam hati,

"Aku telah menemukan nirwana, dan telah juga berhasil membuat tangga lubang pada dinding pemisah ini yang berguna untuk orang memanjat dan tiba di kawasan nirwana.

Aku tidak butuh nirwana lagi.

Biarlah aku menunggu di bawah, di sebelah sini.

Para pengelana lain yang akan melintas ke sini dan terhalang oleh dinding ini akan kuberitahu bahwa nirawana ada di baliknya.

Aku akan bantu mereka memanjat dinding ini lewat tangga lubang-lubang yang sudah kubuat. Nirwana menanti mereka."

Begitulah keputusan si pengelana kelima yang berhati agung, yang kini sunyi sendiri, sebatangkara: menunggu para musafir gurun tiba di tempat dia duduk berhari-hari, bermalam-malam, sepanjang sisa umurnya.

Jagat semesta, entah bagaimana, tergerak untuk menjatuhkan makanan dan minuman lewat burung-burung gurun besar yang sewaktu-waktu melintas di angkasa, di atas diri si peziarah senyap yang memiliki hati berlian ini.

Kata Yesus, "Jadilah kehendakmu di Bumi seperti di sorga!"

JADI, bukan kejarlah dan masuki sorga di kawasan seberang kehidupan, setelah anda mati. Bukan "Datangilah sorga!" di luar dunia, tapi "Datanglah sorga" ke Bumi ini!

Bangun dan tegakkan sorga di tanah muka Bumi ini lewat tiga hal utama:

• kasih sayang
• kegiatan menolong
• pengembangan iptek

supaya kehidupan kita semua, dan kehidupan organisme lain, makin baik, sehat, bersahabat dan membahagiakan semua.

Burung-burung tidak akan pernah telat untuk terbang dan mendatangi anda untuk memberi anda makan dan minum yang secukupnya, dari langit.

Jika bunga di padang begitu indah didandani, dan burung di udara dan di pepohonan begitu riang dan terpelihara, dan jangkrik riang gembira bernyanyi, dan kunang-kunang semarak bercahaya, APALAGI anda semua yang memiliki hati, jiwa, pikiran, ucapan dan perbuatan yang luhur dan mulia.

Wahai kawan, sorga ya di muka Bumi ini, tak ada pilihan lain. Sungguh, tak ada pilihan lain yang real dan bermakna.

Sesudah anda mati, tak ada lagi tubuh, tak lagi ada otak, tak ada lagi lima indra, tak ada lagi gerak, tak ada lagi aktivitas mental, tak lagi ada hati, tak ada lagi waktu, tak ada lagi pengalaman, tak ada lagi tanggungjawab, tak ada lagi sejarah, tak ada lagi cita-cita pemacu.

Anda tidak bisa lagi berkunjung ke panti asuhan. Tak ada lagi kegiatan latihan paduan suara. Tidak lagi ada kesibukan mengantar anak-anak ke sekolah. Tak bisa lagi mengajar sebagai dosen. Tak ada lagi kegiatan lari pagi. Tak bisa lagi anda bermain cinta. Tak ada lagi tanggungjawab sosial politik dan ekonomi anda.

Juga, sesudah anda mati, bagi anda tak ada lagi planet Bumi yang menjadi rumah bersama umat manusia, tempat kita menanam tetumbuhan, membangun pabrik, mendirikan universitas, menyusun ilmu pengetahuan, membangun perumahan, membangun tempat rekreasi, mengikat relasi sosial dan memajukan peradaban.

Yesus sungguh betul, kerajaan sorga itu datang ke Bumi ini sekarang, bukan didatangi sesudah kita mati.

Setelah anda mungkin berulangkali membaca seluruh uraian saya di atas, anda masih tetap mendambakan dan ingin masuk sorga setelah kematian, ya tak apa-apa.

Namun, sebaiknya anda bisa dan mau melihat bahwa sorga yang sungguh real dan bermakna ya sorga di muka planet Bumi. Dan nanti juga sorga di planet-planet lain dalam sistem matahari kita dan di dalam sistem-sistem matahari lain dalam galaksi kita Bima Sakti dan di luarnya, dalam ruang hampa alam semesta kita.

Sorga itu sebuah kata kerja, sebuah tugas, sebuah panggilan masa kini, bukan suatu angan-angan antahberantah di balik kehidupan, atau di balik kematian.

Baiklah, saya ucapkan: Damai sejahtera bagi Bumi dan segenap penghuninya.

Silakan share.

Salam saya, 
ioanes rakhmat
23 Nov 2017


Sunday, October 29, 2017

31 Oktober 1517, Hari Reformasi Protestan, sebuah kecelakaan sejarah!

40 % WARGA JERMAN TEWAS DALAM "PERANG TIGA PULUH TAHUN" YANG BERKOBAR AKIBAT REFORMASI

Pada 31 Oktober 1517 di pintu gereja Wittenberg, Jerman, Martin Luther menancapkan 95 tesisnya, tertuju ke Uskup Agung Mainz. Semua tesisnya ini melawan posisi doktrinal dan praktek Gereja Katolik di eranya.


Selanjutnya, gerakan reformasi gereja yang bergelombang luas muncul di seluruh Eropa yang berujung kelahiran Gereja Protestan.

Reformasi abad ke-16 dalam roh kekristenan dan nasionalisme Jerman ini umumnya dilihat berdiri atas tiga prinsip keyakinan, yaitu Sola Scriptura ("hanya Alkitab"), Sola Fide ("hanya iman") dan Sola Gratia ("hanya karunia").

31 Oktober diperingati hingga saat ini sebagai hari Reformasi Gereja, yaitu hari kelahiran Gereja Prostestan sebagai akibat reformasi yang dijalankan para tokoh Reformasi seperti Martin Luther, Ulrich Zwingli, Heinrich Bullinger, Yohannes Kalvin, John Knox, dll, selain juga radikalis Reformis seperti Thomas Muntzer dan Karl Stadt dll.


Gerakan Reformasi di Eropa ini berakhir tahun 1648 dalam Perdamaian Westphalia setelah berakhirnya Perang 30 Tahun (1618-1648) sebagai akibat susulan Reformasi Protestan, dengan menghancurkan nyaris seluruh Jerman dan menewaskan sampai 40 persen warga Jerman. Waduuh, Tuhan!


Hemat saya, jika seluruh kehidupan orang Kristen Protestan masa kini di abad ke-21 ditundukkan pada Alkitab saja, dan segala hal dalam dunia harus diatur menurut seluruh ketentuan Alkitab saja, seperti kemauan Yohannes Kalvin dulu atas kota Jenewa, maka pola pikir dan kelakuan orang Protestan ini bukan saja tidak akan jalan, tapi juga tergolong dalam ideologi teokratisme, atau paralel dengan ideologi khilafah dalam dunia Islamis radikal.

Di NKRI teokratisme tidak berlaku. NKRI tegak di atas hukum positif ("lex positiva" atau "ius positum") yang disusun legislatif dan/atau eksekutif dan disahkan lembaga tinggi legislatif DPR. Agama-agama diberi kebebasan diamalkan oleh masyarakat dalam semangat ideologi Pancasila, dilindungi negara, tapi tidak mengatur pemerintahan NKRI.

Silahkan share, jika ingin.
Thanks.

ioanes rakhmat
28 Okt 2017

Hari Sumpah Pemuda
"Kita tidak sama,
kita kerja sama."
☆ Presiden Joko Widodo


Sunday, October 22, 2017

Patah hati, jantung kena, lantaran anjing kesayangan mati ngenes

STRES DAPAT MENIMBULKAN SINDROM “PATAH HATI” PADA JANTUNG ANDA!

Di suatu pagi, saat baru bangun tidur, Ms. Joanie Simpson (lansia, 62 thn) terkena Sindrom PATAH HATI, alias “Broken Heart Syndrome” sungguhan pada jantungnya. Bukan kiasan. Tapi sindrom ini timbul bukan karena serangan penyakit jantung koroner dll.

Anda perlu mengenali sindrom patah hati. Banyak orang di sekitar kita sedang broken heart tanpa kita tahu. Mungkin diam-diam anda juga sedang patah hati; bisa jadi, malah sedang hancur hati.


Dalam dunia medik sindrom ini dikenal sebagai Takotsubo Cardiomyopathy (TCM). Ada terma-terma medik lainnya untuk TCM, yaitu “Apical Ballooning Syndrome” atau “Stress Cardiomyopathy” atau “Stress-induced Cardiomyopathy” atau “Gebrochenes-Herz Syndrome”. Yang populer, terma Sindrom Patah Hati.

Sintom TCM serupa dengan serangan jantung: sakit punggung yang luar biasa, nyeri di dada, nafas sesak atau dyspnea, detak jantung yang tak beraturan, tubuh lunglai mendadak atau terjatuh.

Dalam bahasa Jepang, takotsubo artinya “pot oktopus”. TCM antara lain menimbulkan kejang-kejang otot jantung yang lalu volume suatu bagian dalamnya membesar, mengambil bentuk sebuah pot yang menyerupai oktopus: gendut di bawah, lalu ke atas berupa leher yang menyempit (lihat gambar). Kondisi fisik jantung demikian ini dinamakan “disfungsi puncak ventrikular kiri (Left Ventricular atau LV) akibat penggelembungan”, yang dapat dipulihkan kembali.

BROKEN HEART menimpa Joanie lantaran Meha, anjing betina kesayangannya, mati ngenes gara-gara sakit parah. Sebelumnya, sudah ada beberapa stressor mental lain yang dialami ibu yang sudah lansia ini.

Banyak faktor internal tubuh penyebab TCM, di antaranya hormon stres yang membanjir dalam aliran darah, khususnya hormon kortisol dan hormon adrenalin.

Bagian di dalam otak kita yang dinamakan hypothalamus dan amygdala, karena dirangsang oleh sinyal-sinyal saraf dan hormonal, memicu teraktivasinya kelenjar pituitari dalam otak dan kelenjar adrenalin di bagian atas ginjal. Kelenjar-kelenjar ini lalu mengeluarkan hormon adrenalin (hormon tenaga) dan hormon kortisol (hormon stres) di saat kita sedang berada dalam sikon yang dinamakan sikon “tempur atau kabur” (fight or flight) yang menentukan kita akan selamat atau mati.

Dalam sikon ini, kita bisa jadi gemetaran, kencing di celana, lalu dihabisi musuh, atau lari ngibrit, atau pasokan energi ke otot-otot berlimpah yang mendorong kita mampu berkelahi dengan amat berani dan sangat kuat, atau untuk menyelamatkan barang-barang berat milik kita ke tempat yang aman setelah berpikir sangat cepat dan tepat.

Adrenalin (juga noradrenalin atau norepinefrin) meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, dan, bersama kortisol, menambah pasokan energi tubuh khususnya ke otot-otot (untuk tempur atau ngibrit sekencang-kencangnya) dan ke pusat aktivitas berpikir cepat dalam otak untuk mengambil keputusan psikomotorik secepat kilat (menyerang balik atau lari).

Kortisol meningkatkan kadar gula (glukosa) dalam aliran darah, meningkatkan penggunaan glukosa dalam otak (sebagai energi untuk berpikir cepat) dan menambah ketersediaan zat-zat untuk memperbaiki jaringan. Kortisol juga mengubah respons sistem imunitas, dan menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi dan proses pertumbuhan, yang semuanya dalam sikon “tempur atau kabur” tidak perlu bekerja penuh sehingga energi yang biasanya dipakai sistem-sistem ini dialihkan beberapa waktu ke segala usaha kita dalam menghadapi sikon “tempur atau kabur”.

Sistem peringatan biologis ini, yang ditimbulkan oleh teraktivasinya kelenjar-kelenjar hormon, sangat rumit, dan terhubung timbalbalik dengan bagian-bagian otak yang mengendalikan mood atau suasana mental, pikiran, motivasi dan rasa takut. Inilah reaksi sistem pertahanan biologis kita pada waktu kita berada dalam sikon “tempur atau kabur” yang sangat menekan mental.

Jika sikon ini terus-menerus kita hadapi, energi kita akan tersedot ke usaha-usaha pertahanan diri demi survival saja; akibatnya tubuh kita akan kekurangan energi untuk mengaktifkan sistem-sistem dan fungsi-fungsi lain dalam otak dan tubuh kita secara utuh. Akibatnya, karena sikon stres, kita bisa cepat mati, bukan cuma terkena TCM yang bisa dipulihkan.

Ketika seseorang stres karena berbagai penyebab, misalnya ditinggal mati orang yang dikasihi, termasuk ditinggal mati hewan peliharaan kesayangan, atau ekonomi yang bangkrut, atau serangan kejahatan atau bencana alam, atau tersangkut masalah hukum yang berat, maka hormon stres terproduksi dalam jumlah besar lalu mengalir deras ke seluruh tubuh dengan melewati jantung sebagai organ sentral sirkulasi darah. Ini memicu sindrom Broken Heart yang terjadi pada Joanie, khususnya di saat dia mengalami stres paling puncak pada waktu anjingnya, Meha, mati dengan penuh azab.

TCM juga bisa muncul karena tekanan-tekanan ragawi yang keras seperti tabrakan kendaraan, atau karena penyakit medik yang memburuk, tinggal lama di ruang IGD, penyakit lain yang tak terdiagnosis, habis tenggelam, pasca-operasi, dan penggunaan obat-obat ilegal seperti serum katekholamin (norepinefrin, epinefrin, dopamin), juga karena jumlah berlebih kokain, methamfetamin dan fenylefrin dalam tubuh. Selain itu, faktor genetik juga dapat berperan, ditambah kondisi disfungsi mikrovaskuler koroner. “Seizure” atau peningkatan luar biasa pulsa listrik dalam organ otak juga bisa memicu TCM tapi jarang yang karenanya penderita TCM meninggal seperti meninggalnya dengan mendadak penderita epilepsi yang dinamakan SUDEP (“Sudden Unexpected Death in Epilepsy”).

Jadi, supaya tidak patah hati yang membuat fungsi jantung dihancurkan atau dipatahkan sementara, hiduplah dengan tetap riang. Keep happy all the time, even though it is very difficult to do so.

Kalau diputuskan pacar, ya bersiaplah cari seorang pacar baru yang lebih baik, atau  perbaikilah diri sehingga sang pacar akan makin sayang, bukan malah mulai bosan karena melihat tingkah laku anda.

Kalau ditinggal istri atau suami selamanya, berpikirlah bahwa kalau anda yang mati duluan, pasangan anda itu mungkin akan jauh lebih menderita dibandingkan anda yang sudah ditinggalkan.

Setelah sekian waktu berduka dan merasa sangat kehilangan, paculah diri untuk berani mencari seorang teman hidup lain, lalu ya nikahi dia. Kalau ditinggal mati anjing atau kucing kesayangan, atau ayam jago kecintaan, ya carilah penggantinya dan sayangi lagi.

Jangan melekat kelamaan terhadap mereka yang sudah pindah ke rumah ketiadaan. “The broken heart” masih bisa dilem atau dilas jadi satu lagi. Betul, bukan?!

Ketimbang anda terkena TCM yang bikin geger dan gundah orang serumah, dan untuk sembuh anda harus menggunakan obat-obatan seperti “angiotensis converting enzyme (ACE) inhibitors” atau “A-beta blockers” atau “A-adrenoceptor agonist” atau “calcium channel blockers” (seperti Verapamil atau Diltiazem) atau stimulan jantung Levosimendan, obat diuretik, dll, lebih baik anda “keep living a happy life”, dan siap ditinggal mati oleh siapapun yang anda sayangi.

Cinta memang ujungnya ya perpisahan, kematian, cepat atau lambat. Sebaliknya, kematian sang kekasih tidak perlu mematikan cinta anda kepada pengganti mereka yang sudah tiada. Begitu saja. Sederhana. Tentu, sulit dialami. Perlu perjuangan. Berdoa juga bisa menolong, karena lewat doa, anda bisa curhat melepas stres, lepas dari ihwal siapa yang sedang mendengarkan curhat anda itu.

Begitu saja ya.

Laporan medik kasus TCM yang menimpa Joanie Simpson baru saja diterbitkan di New England Journal of Medicine 377:e24, Oct19, 2017, http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMicm1615835.

Deskripsi populernya terdapat di http://www.sciencealert.com/a-woman-has-suffered-a-clinical-broken-heart-after-the-death-of-her-dog.

Penjelasan medik teknis lebih jauh tentang TCM, lihat antara lain di https://emedicine.medscape.com/article/1513631-overview#a2 juga di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4110608/#__ffn_sectitle.

Salam,

Jakarta, 22 Oktober 2017
ioanes rakhmat


Tuesday, October 17, 2017

Menyikapi gorpol bipolarisasi "pribumi versus non-pribumi"

MENYIKAPI GORPOL BIPOLARISME "PRIBUMI vs. NON-PRIBUMI" JELANG PILPRES 2019

Setelah saya dengarkan dua kali video rekaman pidato lisan Anies saat sesudah dia dilantik sebagai Gubernur baru DKI, 16 Okt 2017, mulai menit ke 7:29 dst saya mendengar pernyataannya yang berbunyi "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri...."

Bagian itu saya kutipkan lengkap, berikut ini:

"Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat, penjajahan di depan mata, selama ratusan tahun. Di tempat lain mungkin penjajahan terasa jauh tapi di Jakarta bagi orang Jakarta yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari hari. Karena itu bila kita merdeka maka janji janji itu harus terlunaskan bagi warga Jakarta.

Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami."

Pernyataan Anies ini ada yang mengacu ke sejarah (yang dikarangnya sendiri). Tapi sangat jelas juga kalau dia berbicara tentang konteks masa kini Jakarta, dan tentu saja dalam konteks masa kepemimpinannya sebagai Gubernur yang kini mulai dia jalankan. Saya eksplisitkan apa yang sedang ditekankan Anies: Kini saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ya, konsekuensi pernyataannya ini luas, pernyataan yang rasistik kuat.

Video tersebut terpasang di sini https://m.detik.com/news/berita/d-3687022/membandingkan-pidato-jokowi-dan-anies-usai-jadi-gubernur-dki.


Jadi, penyebutan Jakarta sebagai "melting pot" dan seruannya untuk warga DKI bersatu di bawah kepemimpinan Anies, dan juga rujukan-rujukan ke sila-sila Pancasila, dalam pidato Anies tersebut, terdengar sayangnya tak lebih sebagai retorika belaka. 

Ada pepatah, "seekor keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya." Kita telah belajar dari kasus kampanye pasangan Anies dan Uno menuju Pilkada DKI 2017 yang telah lewat, yang mengeksploitasi isu SARA habis-habisan (alhasil, menjadi apa yang saya mau sebut kampanye "SARAmercon"), dan yang berujung tragis pada pemenjaraan Pak Ahok.

Menjelang Pilpres 2019, lubang yang serupa harus kita hindari sejak dini, sejak sekarang, apalagi kita bukan keledai-keledai yang dungu.

Masyarakat "akar rumput" di seluruh nusantara yang paling rentan terhasut dan digerakkan oleh ledakan SARAmercon, yang segera akan dihasut lagi oleh eksploitasi isu bipolarisme "pribumi dan non-pribumi" (yang N.B. sudah legal dilarang di negeri kita lewat Inpres RI no. 26/1998), harus kita dampingi dengan empatis, tak terputus, lewat berbagai cara dan langkah.


Penyadaran atau konsientisasi bahwa gorpol bipolarisasi "pribumi versus non-pribumi" SANGAT DESTRUKTIF terhadap ketahananan dan keutuhan bangsa dan negara RI yang multietnik dan multireligius ini, sudah harus dijalankan dengan sistematis dan komprehensif terhadap seluruh penduduk NKRI dan khususnya terhadap masyarakat akar rumput di seluruh Indonesia.

Setelah gorpol "kebangkitan PKI" kandas untuk memperlemah pemerintahan Presiden Jokowi, dan mungkin juga akan dimunculkan lagi, kini rupanya gorpol bipolarisme yang ilegal "pribumi versus non-pribumi" sedang mulai dijual lagi, baik untuk kebutuhan pendulangan paksa suara akar rumput untuk Pilpres 2019 maupun juga sebagai pengalihan isu ketidakmampuan Gub dan Wagub baru DKI untuk minimal menyamai prestasi dan kinerja luar biasa Ahok-Djarot sebelum mereka. Ya, kita sekarang sudah harus siapkan diri untuk menghadapi tembakan SARAmercon ini dengan kalem, cerdas, tangguh, bahu-membahu, multidimensional dan konstitusional.

Sekali merdeka tetap merdeka bagi seluruh suku, umat beragama, warna kulit dan golongan insan Indonesia, menuju NKRI salah satu lima adidaya dunia di tahun 2045.

Salam,
ioanes rakhmat
17 Oktober 2017


Sunday, October 15, 2017

Lima jenis olah raga terbaik bagi kesehatan tubuh dan kebahagiaan anda

LIMA JENIS OLAH RAGA TERBAIK BAGI KESEHATAN TUBUH DAN KEBAHAGIAAN ANDA

Sumber-sumber:

Erin Brown, "A Harvard doctor says these are the best exercises for your body", Business Insider, 14 Oct 2017, http://www.businessinsider.in/A-Harvard-doctor-says-these-are-the-best-exercises-for-your-body/articleshow/61083183.cms.

Wendy Baumgardner, "Top 10 Reasons to Start Walking", Verywell, 2 Sept 2017, https://www.verywell.com/walk-and-live-longer-3435504.

"8 reasons why walking is great for your health", https://www.tescoliving.com/articles/8-reasons-why-walking-is-great-for-your-health.

Tai Chi Chuan Girl, "Tai Chi: Definition and History", Taichi Colorado Springs, 30 Dec 2011, http://taichicoloradosprings.com/305/tai-chi-definition-and-history/.


MENURUT PAKAR MEDIK dari Harvard Medical School, Prof. I-Min Lee, ada lima macam olah raga atau pelatihan tubuh yang bermanfaat nyata bagi pemeliharaan kesehatan jantung dan otak, penguatan tulang dan otot, dan kesehatan tubuh dan mental anda secara utuh.


Pertama, olah raga renang

Olah raga renang membuat nyaris semua otot dan sendi tulang tubuh terlatih bergerak. Lewat renang, pernafasan juga anda latih dan ini baik bagi paru dan jantung anda. Alhasil, detak jantung meningkat dan hal ini bagus untuk kesehatan jantung. Lewat aliran darah yang lancar mengalir ke otak berkat jantung yang bekerja bagus, daya kerja otak yang cenderung mundur saat orang mulai menua, ditingkatkan kembali. Mengapung di air dalam posisi terbaring bagus untuk relaksasi tubuh, membuat tubuh anda santai, dan ini memberi input positif bagi otak dan mental anda.

Renang membebaskan anda dari stres dan depresi dengan signifikan; menenangkan dan membuat kalem batin dan pikiran anda.

Para penderita sakit sendi tulang (arthritis yang banyak jenisnya) akan menerima manfaat besar dari olah raga renang yang rutin karena semua sendi dilatih lentur dan aktif saat berenang.

Kecenderungan genetik yang ada pada sangat banyak orang untuk sendi-sendi kaku dengan relatif cepat dan akhirnya terfusi, dapat ditekan cukup lama jika mereka tekun berenang.


Kedua, meditasi gerak Tai Chi Chuan

Senam Tai Chi Chuan memiliki arti harfiah "Bertinju dengan mendasar hingga paling atas"; atau, dalam versi populernya kini, "olah raga pernafasan paling agung".

Seni olah raga ini sudah sangat tua usianya. Konon, Tai Chi diciptakan oleh seorang rahib Taois kira-kira 700 hingga 1.500 tahun lalu, yang awalnya adalah seni bela diri para petempur China di medan perang. Nama rahib itu Zhang San Feng.

Senam Tai Chi yang terfokus pada latihan harmonisasi pernafasan, visualisasi, relaksasi, dan energi gerak tubuh yang perlahan dan lembut gemulai secara serentak ini akan menimbulkan keseimbangan sistemik pada tubuh anda, semua anggotanya, organ-organ dalam dan pikiran anda.

Dalam Tai Chi, berlaku filosofi gerak "Satu bagian tubuh bergerak, maka keseluruhan tubuh juga bergerak." Jadi, lewat gerak senam Tai Chi, semua daya dan kekuatan tubuh dan mental yang tadinya bertentangan satu sama lain diselaraskan, diharmonisasi, sampai mencapai satu kesatuan utuh yang saling merangkul dan menggenggam. Yin-Yang. Harmoni memberi umur panjang. Konflik menewaskan.

Saat makin lansia, sistem biologis tubuh kita kerap mengalami gangguan keseimbangan, kehilangan ketertataan dan harmoni, yang mengakibatkan banyak gangguan kesehatan fisik dan mental sampai akhirnya sistem ini ambruk. Tai Chi yang rutin dijalankan bermanfaat besar untuk mengembalikan keseimbangan dan harmoni ini untuk hidup panjang umur.


Ketiga, meningkatkan kekuatan otot

Melatih dan meningkatkan kekuatan otot dilakukan antara lain dengan mengangkat barbel ringan, menarik dan merentangkan pegas berpilin dengan kedua tangan, dll. Panjat pohon yang bisa dipeluk naik-turun sekian kali juga memperkuat otot-otot tangan, kaki, perut dan pinggul anda. Masih banyak lagi jenis olah raga untuk keperluan ini, yang semuanya adalah aktivitas gerak melawan forsa gravitasi untuk memperkuat otot.

Jika otot-otot kuat, dan tubuh kekar, anda tidak mudah terserang penyakit. Seorang binaragawan tentu saja jauh lebih sehat dibandingkan orang yang bertubuh ringkih dan penderita batuk kronis atau orang yang sangat gemuk.


Keempat, jalan kaki

Jika anda rutin berjalan kaki 30 hingga 60 menit satu hari, tubuh anda akan lebih sehat, stres serta depresi teratasi, tekanan darah terkendali dan dinormalkan, stroke dapat dicegah. Kolesterol HDL ditingkatkan.

Jika anda berjalan kaki lambat-lambat, dalam 30 menit 75 kalori terbakar; jika lebih dipercepat, jumlah kalori yang terbakar jadi 150. Alhasil, obesitas bertahap dikurangi berhubung berat badan makin berkurang. Tambahan pula, kadar gula anda akan makin stabil dan berada di kisaran normal. Jika anda berjalan kaki di waktu yang pas, kebutuhan vitamin D tubuh anda akan tercukupi.

Selain itu, dengan rutin berjalan kaki, pengerutan otak terhindar, daya ingat dipertajam, kepikunan dini tercegah, lantaran sirkulasi oksigen makin lancar dalam pembuluh darah dan pasokannya ke sel-sel otak meningkat. Rasa tenteram saat berjalan kaki sambil melihat-lihat berbagai pemandangan mengalahkan beban stres yang biasa anda tanggung. Gerak-gerik tubuh, dan pasokan oksigen yang lancar ke otak, ikut memicu terproduksinya hormon endorfins yang menimbulkan rasa lega, kalem dan bebas dari kepedihan dalam batin dan pikiran anda. Bebas dari stres mencegah pengerutan bagian-bagian otak anda, yang salah satu akibatnya adalah kepikunan dini.

Jalan kaki membuat tubuh dan otot diperkuat lewat gerak menahan dan membawa bobot tubuh. Dalam sejumlah studi, ditemukan fakta bahwa orang yang rutin berjalan kaki sampai 60 menit perhari, risiko mereka terkena kanker usus-rektum berkurang signifikan. Begitu juga, risiko pelemahan sistem imunitas tubuh dan serangan diabetes menyusut drastis.

Bagus jika anda dapat berjalan kaki di kawasan-kawasan yang asri bersama anjing peliharaan yang anda sayangi yang akan menambah kegembiraan dan memperkuat ikatan batin anda dengan bentuk-bentuk kehidupan lain. Ketahuilah, jilatan lidah anjing kesayangan anda pada mulut anda memasukkan saliva anjing yang kaya dengan zat probiotik yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh dan pencernaan anda. 



Kelima, senam kegel

Senam kegel bertujuan untuk memperkuat otot-otot yang disebut "lantai pelvik" (uterus, kandung kencing, usus kecil, dan rektum). Senam ini bermanfaat besar baik bagi ibu-ibu yang sedang hamil, maupun bagi orang yang kerap mengalami masalah kesehatan pada organ dan bagian internal tubuh yang membentuk lantai pelvik, misalnya penyakit ISK dan IBD. Selain itu, senam kegel bermanfaat untuk meningkatkan vitalitas seksual pria.

Salah satu bentuk termudah latihan senam kegel adalah anda berhenti kencing beberapa detik dalam beberapa kali saat aliran urin anda sedang deras keluar.

Ada banyak uraian pendek tentang bagaimana mempraktekkan senam kegel yang disertai gambar-gambar yang langsung dimengerti.

Yang paling umum, senam kegel itu dilakukan dengan pertama-tama anda berbaring telentang di lantai dengan kedua kaki rapat tertekuk ke bawah, dan kedua paha mengarah ke atas. Kedua tapak kaki rapat menyentuh lantai. Selanjutnya, anda serentak mengangkat pinggul dan pinggang bawah anda ke atas, hingga bokong, dengan kedua kaki dan kedua tangan anda kiri dan kanan yang terletak rata di lantai menahan tubuh anda yang sedang terangkat dan wajah berada di bawah dengan menatap ke atas. Setelah mengangkat pantat dan pinggang bawah anda hingga punggung, anda kembali ke posisi awal. Lakukan gerak mengangkat dan turun telentang kembali ini berkali-kali.

Silakan lima olah raga tersebut anda jalankan bergantian dan rutin berkala. Niscaya, tubuh anda akan lebih sehat dan bugar, pikiran dan suasana batin anda akan lebih kalem dan bebas. Alhasil, umur anda akan lebih panjang, dan kebahagiaan akan makin terasa, dan masyarakat akan makin ramah, cerdas dan maju.

Ingatlah, hidup sehat dan bahagia tidak ternilai harganya dalam mata uang apapun dan sebanyak apapun. Meskipun tentu saja, kemiskinan dapat memperbesar risiko anda hidup tidak sehat dan tidak bersukacita.

N.B. Terlampir di atas 1 kolase 6 foto dan 1 kolase 2 foto

Salam saya, 
ioanes rakhmat
15 Oktober 2017

Silakan disebarkan. Thanks.




Sunday, September 17, 2017

CYBER RELIGION?
Ibadah Minggu online sedang muncul


Terma Cyber Religion (CR) itu SALAH KAPRAH seolah dunia cyber Information and Communication Technology (ICT), di dalamnya termasuk Internet, sudah menjadi agama atau Tuhan yang disembah.

Konon, kata sejumlah orang, CR menampilkan sosok-sosok Tuhan baru hasil sinkretisme atau amalgamasi atau kawin silang antar ide-ide tentang Tuhan yang diambil dari sana sini di dunia cyber.

Pendapat ini naif, dan terus disebarkan untuk menimbulkan kebingungan. Faktanya, jauh sebelum era ICT modern tiba, di era SM, dan sesudahnya, setiap agama memang lahir dari sinkretisme atau kawin silang berbagai ide tentang Tuhan yang sudah ada di dunia sekitar.

Tidak ada agama atau ide tentang Tuhan apapun yang murni 100 persen, sama halnya dengan tidak adanya DNA individu manusia yang murni seratus persen.

Paling jauh, ICT itu adalah wahana dan sarana modern pengganti wahana dan sarana yang tradisional dalam orang beribadah dan belajar agama.

Keadaan ini serupa dengan Uber Taxi online yang kini sedang menggantikan taxi tradisional Blue Bird. Atau mirip dengan sedang tergesernya toko besar Matahari dan Sogo oleh online shopping di Tokopedia atau di Lazada dll. Begitu juga halnya toko buku online Amazon dan Alibaba, misalnya, sudah lama menggeser toko-toko buku tradisional yang memerlukan banyak bangunan fisik yang didirikan di atas sebidang tanah luas.

Dengan ICT, orang tak perlu lagi datang secara fisik ke sebuah gedung gereja (atau rumah ibadah lain) untuk beribadah di hari Minggu (atau di hari lain). Cukup lewat ICT saja di rumah. Tak perlu terjebak macet yang menimbulkan kelelahan dan pemborosan bahan bakar kendaraan.

Tapi, pada sisi negatifnya, jika umat dapat beribadah cukup lewat ICT di rumah, para pendeta gereja bisa terserang stres berat karena penurunan drastis jumlah pengunjung kebaktian gereja di hari Minggu, dengan dampak penurunan drastis juga dalam penerimaan uang persembahan yang masuk ke kas gereja. Selanjutnya, efek domino akan terjadi.

Selain itu, ibadah via ICT saja dapat menimbulkan rasa kesepian yang dalam lantaran orang kehilangan interaksi fisik dengan sesama warga gereja. Kita bisa membangun hubungan cukup dalam dengan mesin-mesin; tapi kontak antarindividu insani juga sangat mendasar sehingga tidak bisa dihilangkan jika kita ingin hidup sehat seutuhnya, ragawi dan mental.

Ibadah via ICT tentu suatu pilihan tepat jika anda terhalang untuk datang ke ibadah Minggu di gereja anda lantaran anda sakit atau lumpuh atau sedang bermasalah di gereja yang sulit anda selesaikan (misalnya, anda sedang sakit hati pada seorang pendeta di gereja anda; atau anda sedang terlibat konflik di sana).

Dengan ICT, sebetulnya warga jadi bebas memilih corak dan bentuk ibadah serta isi khotbah yang lebih berwawasan, seperti anda bebas memilih-milih stasiun radio lewat pesawat radio anda.

Karena ICT, orang jadi tidak terikat mutlak lagi pada satu aliran atau denominasi gereja. Keanggotaan menjadi cair, tak lagi kaku mengikat. Pemaksaan doktrin juga anda bisa tolak. Melepaskan diri dari sekte sesat juga mudah anda lakukan.

Selain itu, keanggotaan yang cair juga membuat anda tidak harus memberi persembahan uang anda ke satu gereja saja. Dunia ini menjadi gereja anda, sebagai ladang anda melayani Tuhan dan sesama. Tanpa sekat doktrin dan aliran. Anda tidak wajib lagi harus aktif hanya di satu gereja.

Jangan heran, sekali lagi, jika ICT yang dimanfaatkan dengan kreatif untuk berbagai kepentingan spiritual membuat banyak sekali pendeta penjaga dan pengerja gereja-gereja merasa gerah, tersisihkan dan cemas. Mustinya tidak perlu begitu, jika mereka dapat melihat dan memanfaatkan ICT sebagai sarana dan wahana untuk memperluas jangkauan dan raihan pekerjaan mereka di dunia kependetaan yang modern.

Kecemasan mereka akan meningkat jika nanti gereja-gereja fisik terlembaga yang dibangun di atas lahan-lahan luas mulai digantikan dengan gereja-gereja online yang tidak memerlukan bangunan fisik yang berharga milyaran rupiah dan untuk membangunnya perlu mengurus dan mendapatkan IMB yang kerap tidak mudah.

Akhir kata, orang yang melek iptek, dus tahu apa itu ICT, tidak mungkin menjadikan dunia cyber sebagai agama atau Tuhan baru yang harus dipuja, disembah dan ditaati. Bagi mereka, ICT adalah sarana dan wahana modern untuk dimanfaatkan dengan benar dan kreatif dalam membangun gereja-gereja online, khususnya sebagai wahana dan sarana online ibadah Minggu.

Jadi, terma Cyber Religion adalah sebuah oxymoron, suatu penggabungan dua kata atau dua hal yang bertentangan yang tidak mungkin ada dalam dunia real. Karena itu, selanjutnya terma ini tidak perlu dipakai lagi. Hanya orang yang sedang ngelindur saja yang akan terus memakainya.

Yang sekarang sedang terjadi adalah ibadah-ibadah Minggu fisik di dunia real sedang diganti dengan ibadah-ibadah online lewat ICT, Internet dan komputer-komputer di rumah anda.

Jakarta, 17 Sept 2017

Salam,
ioanes rakhmat

N.B. Silakan share jika ingin. Tq


Friday, September 8, 2017

Teologi, psikologi dan sosiologi anda


Jangan abai untuk eling, periksa diri, mawas diri, dan koreksi diri, jika anda temukan diri anda sedang terkurung DELUSI TEOLOGIS.

Delusi teologis membuat dan memaksa anda mengklaim dan yakin mutlak sekalipun tanpa bukti empiris bahwa teologi anda adalah teologi paling unggul, paling hebat, paling benar, dan paling sempurna, jika dibandingkan dengan teologi lain apapun yang ada di dalam semua agama lain.

Oh ya, teologi anda itu adalah sekumpulan ide-ide anda tentang Tuhan. Bisa sudah tersusun dengan sistematis; bisa juga masih terserak, awut-awutan, amburadul.

Tentu saja, teologi yang saya maksud di sini teologi yang aktual terlihat dan dipraktekkan seorang yang beragama, bukan polesan teks-teks suci sebagai kamuflase dan topeng ayat untuk menipu masyarakat, misalnya untuk menggasak dan melahap uang masyarakat karena kerakusan dan moral yang bejad. Biasanya, orang semacam itu piawai mengutip dan mengkhotbahkan teks-teks skriptural tentang derma dan kemurahan hati sementara dirinya sendiri rakus, tamak dan haus duit.

Saya anjurkan, daripada orang yang rakus duit semacam itu mengutip teks-teks skriptural tentang kedermawanan sebagai kedok dasamukanya, lebih baik dia tidak usah munafik, tapi dengan berterusterang mendukung kerakusan dan kekikiran dan kelobaannya dengan teks-teks skriptural yang cocok, supaya hidup keagamaannya sinkron dengan wataknya.

Tapi poin penting yang saya mau ulas lebih lanjut adalah pertanyaan ini: Mengapa anda perlu eling terhadap delusi teologis?

Karena TEOLOGI ANDA sangat dipengaruhi, dikondisikan dan dikendalikan oleh PSIKOLOGI ANDA, yakni kondisi mental/kejiwaan bawaan kelahiran dan yang terbentuk oleh berbagai sikon sosial dan pengalaman kehidupan anda sejak kanak-kanak hingga saat ini.

Lalu, psikologi dan teologi anda ini akan terus saling memanfaatkan, membentuk dan mengendalikan. Interaktif. Satu saat, teologi mendominasi psikologi; di saat lain, sebaliknya. Tapi keduanya tidak bisa diceraikan, ibarat tangan kiri dan tangan kanan yang saling menggenggam erat, mengambil posisi berdoa.

Tak ada teologi tanpa psikologi; bahkan sebetulnya, psikologi itu fondasi teologi. Sebab, manusia yang memiliki mental itulah yang membangun setiap teologi. Tuhan tidak butuh teologi, karena setiap teologi membelenggu dan mengurung Tuhan yang pada hakikatnya mahatakterbatas. Begitu teologi sudah disusun, psikologi dan teologi terlibat interaksi dan interkoneksi.

Dus, untuk menukar dan mengoreksi teologi anda, anda perlu berjuang keras memeriksa dan memperbaiki psikologi anda. Ini hal yang akan makin sulit dilakukan jika secara psikologis anda sudah masuk ke usia mapan, saat jam biologis anda sudah masuk level manula.

Satu contoh: jika psikologi anda adalah psikologi orang yang kalem dan lembut hati, maka anda akan memilih dan mempertahankan dan mengamalkan teologi tentang Tuhan yang damai, kalem dan lembut hati. The theology of the meek and kind God.

Sebaliknya, teologi tentang Tuhan pemimpin perang suci, the aggressive God of holy wars, tidak akan bisa cocok dengan psikologi insan lembut dan damai anda.

Satu contoh lagi. Jika anda insan dengan psikologi positif dan optimistik serta tak kenal putus asa, penuh pengharapan, maka teologi kiamat bukan pilihan anda. Doomsday theology kaum yang secara psikologis sudah kesurupan ideologi tentang kebinasaan dunia, anda buang dan tendang jauh, lalu anda merangkul teologi pengharapan, the theology of hope.

Tak percaya jika saya katakan bahwa psikologi anda berandil besar dalam teologi anda, dan keduanya berangkulan? Silakan uji sendiri dan buktikan dan temukan sendiri.


Nah, mari kita lanjutkan menggoes sepeda kita, naik ke sebuah tanjakan yang makin tinggi.

Delusi teologis juga harus diwaspadai karena ada alasan kedua. Yakni: TEOLOGI ANDA dan SOSIOLOGI ANDA itu juga berinteraksi, saling memanfaatkan, mengondisikan, membentuk dan memperkuat.

Sosiologi anda mencakup banyak faktor sosial kultural, edukatif, pengasuhan, ideologis politis, dan ekonomis.

Semua faktor ini membentuk diri anda, jatidiri anda, kondisi psikologis dan kepribadian serta pembawaan, watak, sifat dan pola kelakuan dan tindakan anda dalam kehidupan anda selaku individu dalam masyarakat dan dunia ini.

Sebagai individu, anda adalah satu sosok pribadi bentukan gen anda (faktor genetik), bentukan hormonal dalam rahim bunda anda (faktor epigenetik), dan sekaligus bentukan lingkungan dan ekologi sosial anda (faktor lingkungan sosial dan lingkungan alam).

Nilai-nilai kehidupan atau life values yang anda pegang dan yakini pun bukan pilihan bebas absolut anda, walaupun anda biasa ngotot berkeyakinan bahwa nilai-nilai kehidupan yang anda pegang adalah pilihan bebas anda.

Sifat ngotot anda itu juga produk sosiologi anda yang berupa pembawaan atau watak yang mau menang sendiri, hasil dari gaya dan bentuk pendidikan dan pengasuhan yang anda telah bertahun-tahun jalani dalam  komunitas-komunitas penopang sosiologis anda.

Nah, teologi ada dalam wilayah nilai-nilai kehidupan yang anda dapatkan dari sosiologi anda.

Jika anda diasuh, dibesarkan dan bekerja dalam lingkungan sosiologis anda yang mengutamakan nilai kompetisi habis-habisan dalam dunia bisnis, yang memotivasi anda untuk menjadi kaya raya secepat dan semudah mungkin, dengan melibas dan menenggelamkan kompetitor-kompetitor bisnis anda dalam lelautan merah berdarah-darah tanpa ampun, maka anda akan memilih teologi yang cocok yang harus dapat memberi legitimasi pada nilai kerakusan dan kekejian para kapitalis rakus yang anda anut dan yang di dalamnya anda dididik dan dibesarkan dan bekerja.

Jika anda berada di lokasi sosial ekonomi sebagai pebisnis yang memakai strategi bisnis lelautan merah penuh darah (dikenal sebagai Red Ocean Strategy), maka teologi yang anda paling sukai dan pilih adalah teologi para kapitalis rakus seperti teologi kemakmuran atau teologi sukses atau teologi anak sang Raja yang mahakaya. Teologi ini membenarkan cara-cara bejad anda dalam mendapatkan kekayaan yang terus berlimpah dalam waktu secepat-cepatnya.

Kalangan rohaniwan dan kalangan umat yang lokasi sosialnya lokasi para kapitalis rakus, tidak akan mungkin memilih teologi pembebasan atau liberation theologies yang mendorong manusia yang beriman untuk mendistribusikan sebagian signifikan kekayaan mereka yang berlimpah juga kepada orang miskin lewat berbagai kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kualitas kehidupan orang miskin sedunia.

Para kapitalis rakus hanya butuh teologi rakus, teologi kakus, sampai mampus dirubungi tikus-tikus.

Jika anda tergolong kalangan religius jenis kapitalis rakus ini, mustinya anda malu besar pada sosok-sosok dunia yang sekuler atau tidak peduli pada agama atau yang ateis, misalnya Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Dua sosok orang sangat kaya yang terkenal di dunia sekarang ini memakai jumlah terbesar kekayaan mereka bagi pemberdayaan orang miskin dan terbelakang di dunia kita dewasa ini. Ya, mereka kapitalis, tapi filantropis, tak tamak harta.

Jika anda diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan komunitas sosial yang menghasilkan sosok-sosok filantropis, dan yang memakai strategi kompetisi bisnis yang teduh di lelautan biru tanpa darah (dinamakan Blue Ocean Strategy), maka nilai-nilai kehidupan yang anda pilih adalah nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, keadilan ekonomi dan sosial, dan persaudaraan semesta antar semua insan.

Dalam lokasi sosiologi anda ini, teologi pembebasan dan teologi kemakmuran global bersama adalah pilihan anda. Anda tidak akan memilih dan membenarkan teologi penindasan atau teologi sukses atau teologi keberlimpahan harta.

Satu contoh lagi: jika anda dilahirkan, diasuh dan dididik dan dibesarkan di lingkungan sosial masyarakat Nepal, misalnya, maka teologi yang anda pilih tidak mungkin teologi tentang Tuhan sebagai Sang Panglima Kudus perang suci kawasan gurun yang terik atau the invasive God of holy wars.

Sebaliknya, anda akan memilih teologi tentang Allah yang meditatif, kontemplatif, sunyi, damai, anteng, kalem, kosong, duduk bersila di atas sekuntum bunga teratai, dan lembut hati. Yaitu, the God of silence, stillness and emptiness. The God of the unvoiced. The God of the meek. The meditative God.

Jadi, waspadai, kenali dan temukan fakta bahwa teologi anda juga sosiologi anda. Tidak ada teologi tanpa basis sosiologi, begitu juga sebaliknya dalam suatu masyarakat religius; keduanya berinteraksi, saling mengondisikan, saling memanfaatkan. Tak ada teologi yang lahir dalam kevakuman sosiologis.

Jika anda masih muda, dan secara psikologis masih lentur, lokasi sosiologis anda sekarang dapat anda ganti. Mengganti lokasi sosiologis, akan membuat anda menemukan Tuhan dengan wajah sosiologis yang juga lain dan berganti. Hiduplah dalam lokasi-lokasi sosiologis yang membuat anda berjumpa Tuhan yang tampil dengan raut wajah yang damai dan yang hatinya penuh cinta pada semua insan yang terinterkoneksi sebagai sesama saudara.

Tetapi, pindah lokasi sosiologis sangat berat dan penuh risiko tinggi; namun bisa anda lakukan jika anda punya komitmen moral yang kuat dan kemauan teguh untuk menjadi warga sosiologis semesta yang dinamis dan senantiasa berada dalam gerak, pindah lokasi sosial berulangkali. Menjadi musafir. Terus berkelana. Terus berenang di lelautan tanpa pantai dan tanpa pelabuhan.

Buktikan dan temukan sendiri tesis yang sudah dibeberkan ringkas di atas. Anda perlu bantuan pisau bedah analitis dari sosiologi pengetahuan atau sociology of knowledge dalam memperlihatkan fakta bahwa suatu ide teologis selalu berinteraksi dengan ide-ide sosiologis. Tuhan hidup dalam masyarakat.

Goes sepeda anda terus ke depan. Kalau tidak, anda dan sepeda anda akan jatuh dan ambruk.

Salam,
ioanes rakhmat

Monday, August 28, 2017

CHIP IMPLAN RFID dan ANGKA 666

Jangan mau dibohongi para agamawan dengan pakai angka 666!!



Tanya: Beritanya, sekarang ada chip implan yang memakai angka 666 sebagai kode atau branding (pada barcode chip)./*/ Apakah itu berarti, chip itu ciptaan Antikristus yang melawan Tuhan? Dus, harus dilawan dan ditolak?

Jawab: Marilah kita tempatkan kemunculan angka 666 dalam konteks sejarahnya saat angka ini dipakai.

Angka 666 itu punya ekuivalen huruf-huruf Yunani (di abad pertama M di kawasan Laut Tengah) yang masing-masing punya nilai angka. Jika digabung, huruf-huruf Yunani yang berjumlah angka 666 itu membentuk kata-kata NERON KAISAR, yaitu Kaisar Nero yang di era kelahiran kekristenan di Imperium Romawi dikenal sebagai salah seorang kaisar penindas dan penganiaya umat Kristen awal di abad pertama M.

Nah, angka 666 muncul di teks kitab Wahyu Yohanes dalam Perjanjian Baru (sebagai kitab terakhir PB) sebagai simbolik numerik yang mengacu ke Kaisar Nero.

Salah satu tujuan kitab Wahyu Yohanes ditulis adalah untuk memperkuat daya tahan mental dan daya perlawanan spiritual orang Kristen di Asia Kecil yang sedang dizalimi oleh pemerintahan Romawi dan oleh faksi-faksi Yahudi.

Komunitas Kristen di Asia Kecil yang sedang dipersekusi itu kelompok minoritas. Mereka tak berdaya untuk melawan para penindas mereka terang-terang secara terbuka lewat adu kekuatan fisik atau lewat perang terbuka.

Mereka pakai cara lain, yakni menjalankan gerakan perlawanan bawah tanah. Jelas, mereka bukan Mass Rapid Transportation yang bergerak cepat di bawah tanah.

Nah, dalam berkomunikasi tentang hal-hal yang terkait dengan perlawanan mereka dan posisi lemah mereka, mereka menggunakan bahasa simbolik, bahasa sandi, isyarat, ungkapan karikaturis, bahasa esoteris, yang dituangkan ke dalam karya-karya sastra religius politis bawah tanah, yang diam-diam disebarkan ke sesama anggota komunitas Kristen yang tengah teraniaya dan terzalimi.

Kitab Wahyu Yohanes adalah salah satu sastra bawah tanah mereka. Alhasil, kita temukan banyak ungkapan simbolik karikaturis dan misterius dalam kitab ini yang bisa membuka ruang bagi segala macam penafsiran cocokologis seenak udel di zaman kita, bahkan jauh sebelumnya.

Angka 666 dalam kitab Wahyu jelas bermuatan ekspresi simbolik yang merujuk ke satu sosok atau pemerintahan pagan yang kejam yang sedang mereka lawan lewat gerakan laten bawah tanah.

Dus, angka 666 tak usah dikait-kaitkan dengan sosok siapapun atau dengan kejadian atau sistem atau produk komersial atau produk iptek apapun yang ada dalam dunia modern abad ke-21 yang mengenal globalisasi, yang terpisah oleh kurun 20 abad dari kekristenan di Asia Kecil itu. RFID itu produk iptek dengan banyak kegunaan dan tujuan, dan sejak bertahun-tahun lalu sudah ada dan dimanfaatkan. Bukan produk setan.

Selain itu, perlu anda ketahui, julukan "Antikristus" dalam surat-surat 1 dan 2 Yohanes dalam Perjanjian Baru (ditulis abad pertama M atau di awal sekali abad kedua M) diberikan kepada sekelompok warga gereja atau kelompok-kelompok dalam gereja (yang dikaitkan dengan Rasul Yohanes yang dipercaya sebagai pendirinya) yang tidak mengakui bahwa Yesus Kristus itu sungguh-sungguh satu sosok insani berdaging, memiliki tubuh, bukan suatu roh atau ghost yang sedang mengembara di muka Bumi yang tampaknya saja sebagai sosok manusia, padahal bukan manusia yang real.

Kelompok yang diberi label Antikristus ini dikenal sebagai kelompok penganut mazhab doketisme (dari kata Yunani "dokein", artinya "tampaknya" atau "kelihatannya"), yaitu kelompok Kristen gnostik abad-abad pertama yang menolak kemanusiaan Yesus.

Bagi mereka, Yesus itu ghost, tidak memiliki daging, dan dapat berubah-ubah rupa, berganti paras, satu saat kelihatan sebagai si A, di lain kesempatan sebagai si B, atau si C, dst. Sebaliknya, komunitas yang dibangun Rasul Yohanes menegaskan bahwa Yesus adalah sang Kalam yang telah "menjadi daging" (Yunani: sarks egeneto).

Jadi, label Antikritus (atau julukan lain seperti Dajjal atau Lucifer atau Mara) juga tidak perlu dihubung-hubungkan dengan sosok insani atau produk dagang atau produk iptek apapun di zaman sekarang.

Itu klarifikasi cerdasnya.
Silakan sebarkan. Tq

Salam,
ioanes rakhmat
28 Agustus 2017

/*/ Chip implan yang dinamakan Radio Frequency Identification (RFID), yang sebetulnya sudah lama ada, kini telah dikemas dalam "teori konspirasi" yang dibangun kalangan-kalangan religio-neurotis tertentu.

Oleh para "teoretikus konspirasi" ini RFID dikaitkan dengan Tatanan Dunia Baru (NWO) yang, dalam khayalan mereka, akan segera dikuasai dan dikendalikan segelintir korporasi dunia, yang, tuduh mereka, didalangi Setan atau Antikristus sebagaimana dirujuk dalam Perjanjian Baru.

Kecurigaan terhadap RFID yang berlebihan ini telah dibeberkan di sini
http://www.express.co.uk/news/weird/703856/MARK-OF-THE-BEAST-Secret-plan-to-implant-us-all-with-ID-chips-by-2017.



Monday, July 31, 2017

Tuhan, hukum alam, penyakit dan azab

Sejauh hukum-hukum matematis mengacu ke realitas, hukum-hukum ini tidak pasti. Dan sejauh hukum-hukum matematis itu pasti, hukum-hukum ini tidak mengacu ke realitas.
☆ Albert Einstein


Chaos theory: kepak-kepak kupu-kupu di Bandung, Indonesia, menimbulkan puting beliung dahsyat di San Francisco, USA

Seorang sahabat yang, seperti saya, sedang mengalami banyak kesusahan, menyatakan bahwa dia tidak bisa paham mengapa Tuhan memberi manusia penderitaan. Meskipun teman saya itu terguncang oleh fakta adanya azab dan tampak Tuhan tidak bertindak apapun, dia menyatakan masih tidak meragukan keberadaan Tuhan.

Terhadapnya, saat ini saya bisa membeberkan jawaban saya berikut ini, hanya sejauh ini.

Tuhan tidak memberi penderitaan.

Justru Tuhan memerangi penderitaan. Dalam soteriologi Kristen, Tuhan dalam diri Yesus digambarkan menanggung penderitaan manusia, dan ini berdampak menyembuhkan. Ini teologi ya. Keyakinan. Bisa tak tercapai. Karena bukan obat medikal. Kita semua tahu, bahkan obat medikal apapun bisa tidak memberi efek terapeutik jika salah digunakan, atau menimbulkan efek samping yang berbahaya selain efek terapeutik yang persentasenya lebih kecil. Begitu juga, keyakinan keagamaan yang berlebihan, yang membuat orang menutup akal dan menghentikan inisiatif, karsa, dan karya, umumnya akan berakibat tragis, bagi diri mereka sendiri dan bagi masyarakat.

Jika begitu, darimana penderitaan timbul?

Penderitaan timbul dari hukum-hukum alam, termasuk hukum-hukum kimiawi dan fisika yang bekerja dalam sel-sel dan molekul-molekul organik tubuh kita.

Kita sakit, kondisi kesehatan merosot, menjadi tua, lisut, lalu mati. Fakta degeneratif ini ada disebabkan oleh apa yang dalam Hukum Kedua Termodinamika dinamakan Entropi, atau dinamakan juga The Arrow of Time. Karena entropi, semua sistem, termasuk sistem biologis, sejalan dengan gerak waktu, akhirnya akan kehilangan kohesi dan keseimbangannya, kekompakannya, ketertataannya, lalu berakhir dengan kekacauan, luruh, collapse.

Entropi berlangsung untuk segala hal, untuk semua sistem, dalam seluruh jagat raya kita. Ini hukum alam, hukum fisika.

Ya, karena Tuhan itu dipercaya mahapencipta, hukum-hukum alam tentu juga dia yang ciptakan. Hukum-hukum fundamental dalam alam sekali tercipta akan berkembang sendiri dengan bebas, semua atom terus melakukan restrukturisasi diri, sejak big bang. Ada freewill dalam jagat raya kita, dimulai dari level partikel subatomik. Mungkin Prinsip Ketidakpastian Heisenberg dalam fisika partikel bisa menopang pernyataan saya bahwa ada freewill, kehendak bebas, dalam hukum-hukum alam.

Apakah Bumi menumbuhkan kecambah tanaman, ataukah sebaliknya? 

Selain itu, teori khaos dalam matematika fraktal juga menyadarkan kita bahwa ada banyak fenomena dan kejadian dalam alam dan masyarakat yang tidak dapat diprediksi menurut hukum kausal yang linier dan deterministik.

Misalnya, tidak ada kemungkinan bagi para ilmuwan untuk dapat memprediksi dengan akurat secara kausal linier ke mana arah gerak turbulensi cuaca, kondisi-kondisi kognitif otak kita (anda, apalagi orang lain, tidak bisa tahu sebelumnya ke mana pikiran anda akan bergerak hingga titik terjauh), gerak dan lokasi molekul air, gerak dan gabungan awan, kondisi atmosfir, dan juga fluktuasi pasar saham dan perubahan nilai tukar valuta asing.

Banyak fenomena dan kejadian yang bergerak nonlinier atau multilinier atau chaotic, non-deterministik. Lazimnya teori khaos ini diungkap secara metaforis demikian: pada suatu momen dan kondisi awal di ruang dan waktu yang pas, kepak sayap-sayap kupu-kupu di kota Bogor, Indonesia, menimbulkan badai topan dahsyat di kota Beijing, China. Bagaimana mungkin, protes anda. Ya mungkin, sebagai suatu chaos yang relasi hulu dan muaranya non-linier dan non-deterministik.

Saya menduga, biologi gen itu juga dapat digolongkan ke dalam trajektori perkembangan biologis yang tidak linier, non-deterministik, bahkan dapat tidaktertata, lantaran berbagai penyebab yang tidak diketahui, meskipun gen menentukan sangat krusial ihwal anda akan menjadi apa kelak, sejak anda sebagai janin dalam rahim bunda anda.

Dari biologi dan genetika, kita tahu bahwa dalam setiap organisme multiselular terdapat sel-sel bibit ragawi yang mengisi organisme ini yang akan membentuk garis silsilah atau lini keturunan, yang dinamakan linibibit atau "germline". Sel-sel bibit ini sangat terdiferensiasi dan tersegregasi sehingga dalam proses-proses pengembangbiakan yang lazim, sel-sel bibit ini dapat meneruskan material genetik mereka yang kayaraya kepada keturunan mereka.

Apakah linibibit ini statis, bergerak unilinier dan deterministik? Jim Kozubek menyatakan bahwa "Linibibit insani bukan sebuah dokumen suci yang tak dapat diubah, tetapi sebuah dokumen yang hidup, dinamis, yang terus berubah di sepanjang umur kehidupan kita."/1/ Bahkan sekarang, lewat metode DNA-editing CRISPR sel-sel bibit insani saat masih sebagai janin dapat kita ubah lebih jauh untuk menghasilkan jenis-jenis bayi yang kita sendiri kehendaki.

Nah, karena freewill ini, hukum-hukum alam dalam level partikel, sel dan molekul tubuh kita, bisa nyelonong di luar kehendak Tuhan sang pencipta.

Dari aksi nyelonong inilah, info, sandi dan program genetik tubuh kita bisa bekerja keliru, melakukan error, dan chaotic; alhasil muncullah, misalnya, penyakit otoimun seperti lupus, psoriasis, Sjogren, IBD, Crohn, arthritis, dll.

Juga penyakit kanker: sel-sel sehat tubuh kita berubah tak terkendali, menjadi sel-sel liar dan ganas, yang tahap demi tahap menyebar. Apa penyebab sel-sel sehat ini bermutasi menjadi sel-sel liar yang ganas, tidak diketahui hingga saat ini oleh para ilmuwan onkologi.

Tentang kanker, seorang praktisi kesehatan menyatakan bahwa "setiap sel tubuh memiliki suatu sistem yang teratur dengan ketat, yang mengendalikan pertumbuhan, kematangan, reproduksi dan akhirnya kematian. Kanker dimulai ketika sel-sel dalam suatu bagian tubuh mulai tumbuh tak terkendali. Ada banyak jenis kanker, tapi semuanya muncul karena pertumbuhan tak terkendali sel-sel yang tidak normal."/2/

Sebagai pribadi, kita sendiri memiliki kehendak bebas untuk menentukan apakah mau berbuat baik (dus, mentaati Tuhan), ataukah berbuat durjana (dus, melawan Tuhan). Tentu kehendak bebas kita ini berinteraksi dengan berbagai faktor lain, baik yang internal ada dalam diri kita, maupun yang eksternal ada di luar diri kita. Pikiran, perasaan, kemauan dan tindakan kita muncul dari aksi-reaksi yang kompleks yang melibatkan banyak faktor, termasuk di dalamnya kehendak bebas kita. Akibatnya, kehendak bebas kita bisa kalah atau juga bisa menang, atau tidak sepenuhnya terwujud.

Dengan perspektif yang sama, kita dapat menyatakan bahwa hukum-hukum alam dan freewill dalam hukum-hukum alam, juga bisa dipengaruhi, dikendalikan, dimanipulasi, diintervensi, direkayasa atau ditaklukkan.

Caranya? Ya tentu saja lewat iptek yang terus dikembangkan, termasuk iptek medik untuk menyelidiki, menemukan, memerangi dan menaklukkan berbagai penyakit, seperti penyakit otoimun, kanker, depresi, kepikunan, bahkan penyakit proses penuaan dan kematian.

Menyalahkan hukum-hukum alam atas adanya azab dan derita, hanya mungkin dilakukan oleh orang yang tidak berakal atau yang sudah kehilangan akal. Jangan juga melupakan fakta ini: banyak bencana, penyakit, azab dan kesengsaraan terjadi dan dialami ya karena kesalahan manusia sendiri, individual dan kolektif. Banyak bencana yang sedang dan akan ditimbulkan oleh perubahan iklim dan pemanasan global, misalnya, berasal dari perbuatan manusia sendiri.

Hingga saat ini, karena berbagai alasan keagamaan, sangat banyak orang malah anti-iptek. Kata mereka, iptek menjauhkan si saleh dan si soleha dari Tuhan; alhasil, iptek hanya akan menambah kemurkaan Allah yang akan ditimpahkan Allah kepada manusia. Pendapat ini mengganggu saya karena salah kaprah dan diasalkan pada Tuhan YMPengasih dan MPenyayang.

Apakah Tuhan berkenan pada, dan bekerja lewat, iptek!? Ya, sudah pasti, sejauh iptek tidak diselewengkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang keji dan durjana. Tuhan itu dipercaya mahatahu. Nah, lewat iptek yang terus bertambah maju dan berkembang, Tuhan mencurahkan tahap demi tahap dan kumulatif kemahatahuan Tuhan dalam perjalanan sejarah umat manusia di berbagai tempat di muka Bumi dan di seluruh jagat raya.

Barangsiapa nencintai Tuhan YMTahu, orang itu akan cinta iptek. Kuriositas orang ini sangat besar: serba ingin tahu; serba bertanya; serba menyelidiki; serba ingin menemukan jawaban-jawaban baru; serba ingin memecahkan misteri apapun; dan tidak pernah lelah mencari dan menginvestigasi, dan selalu berpikir out-of-the-box, berpikir beda, di luar kotak kelaziman, di luar pusat lingkaran, berpikir dari perspektif yang tidak biasa, eksentrik.

Bagaimana halnya dengan doa? Ya, doa juga berguna sebagai sebuah metode terapi psikologis. Doa yang isinya empatetis, simpatik, bersahabat, ikhlas, hangat, penuh pengertian, solider, membangun semangat, menguatkan, menggerakkan hati, positif, lembut, berpengharapan, tulus, mendamaikan, tidak tendensius, tidak mendikte, tidak menghakimi, akan memberi efek-efek terapeutis bagi mental, dus juga akan berpengaruh pada tubuh, orang yang didoakan dan diri si pendoa sendiri jika dia berdoa sendiri bagi dirinya sendiri.

Saya tahu, ada sekian riset berupa kegiatan mendoakan pasien-pasien yang tidak dikenal di rumah-rumah sakit sebagai kelinci-kelinci percobaan untuk mendapatkan bukti bahwa doa tidak bermanfaat menyembuhkan. Tentu saja, hipotesis riset ini dapat terbukti. Saya yakin, tidak ada sebuah doa yang begitu diserukan, sel-sel kanker stadium empat dalam tubuh seseorang langsung lenyap tanpa bekas. Riset ini sebaliknya akan dapat menemukan bukti lain lebih jauh bahwa para pasien yang didoakan itu malah tambah sakit.

Hemat saya, kegiatan eksperimen doa yang semacam itu tidak etis karena menyiapkan kondisi-kondisi yang akan memanipulasi isi pikiran para pasien.

Karena para pasien itu didoakan tidak dalam semangat terapeutis empatetis seperti yang sudah saya tulis di atas, mereka mau tak mau berpikir bahwa doa untuk mereka wajib dilakukan lantaran penyakit mereka oleh tim dokter dinilai sangat berat dan bisa jadi tidak bisa disembuhkan. Isi pikiran yang negatif inilah yang membuat mereka tambah sakit. Doa dalam riset yang semacam ini adalah doa yang jahat.

Banyak dari antara kita juga kerap berdoa, dengan isi doa yang jahat. Lewat doa yang khusyuk, kita bukannya memohon pertolongan dan perlindungan dan kasih sayang Tuhan diberikan Tuhan kepada orang-orang lain, yang kita kenal personal dan yang tidak kita kenal, tetapi malah meminta supaya azab, kutuk dan laknat ditimpakan Tuhan habis-habisan kepada mereka. Supaya bisnis mereka bangkrut total. Supaya mereka dijatuhkan penyakit berat. Supaya mereka mati disambar petir. Supaya rumah mereka terbakar habis. Dst.

Jika anda suka berdoa yang isinya sangat jahat dan kejam seperti itu, saya samakan diri anda dengan seekor belalang sentadu yang mengambil posisi dan sikap berdoa yang khusyuk sebelum menerkam dan melahap habis seekor mangsanya! Orang yang kejam, berhati batu, tanpa rasa kemanusiaan, akan juga berdoa dengan isi doa yang durjana, biadab dan tanpa rasa kemanusiaan. Psikologi anda melahirkan ide anda tentang Tuhan anda!


Itu hal paling jauh yang sekarang bisa saya jelaskan tentang relasi antara Tuhan, hukum-hukum alam, azab dan penderitaan karena berbagai sebab seperti bencana, sakit, tua, lisut, jompo, lalu collapse.

Jadi, usahakanlah tetap tabah, kalem dalam azab, rasa sakit, dan penderitaan. Usahakanlah tetap riang, dalam segala situasi. Ikhlaslah. Mengucap syukurlah. Berpengharapanlah. Meski fakta-fakta kehidupan ini keras, memilukan hati, dan kerap membuat kita tidak bisa menahan ratap tangis dan rasa pedih.

Meski doa-doa anda yang benar dan tulus nyata-nyata tidak dikabulkan, tidak berjawab, bak asap rokok melayang ke atas lalu lenyap tanpa bekas. Meski sekian orang dari berbagai agama mempersaksikan dengan ribut dan menggelegar bahwa doa dan permintaan mereka kepada Tuhan selalu dijawab persis, selalu mujarab, selalu cespleng.

Mengapa harus ikhlas, tenang, tabah dan berpengharapan? Karena bukan saja sikap ikhlas, tenang, tabah dan berpengharapan akan berdampak positif bagi tubuh dan mental anda, tapi juga karena Tuhan sedang berjuang bersama anda sebagai sang Immanuel. Sang Kawan Ilahi yang selalu setia mendampingi, menopang dan menolong anda dan saya.

Sang Kawan Ilahi ini dapat hadir dengan real dalam diri kawan-kawan insani yang mencintai dan peduli anda. Juga pasti bekerja lewat berbagai cara iptek medik yang menolong para pasien lewat ilmu dan tangan para dokter. Tentu juga lewat berbagai cara kehadiran yang tidak anda sangka sebelumnya.

Kawan Ilahi ini kerap tidak hadir di dalam kehadiran. Kerap tampak bahwa Tuhan tidak ada, tidak hadir di hadapan dan bersama anda, kenapa? Karena Tuhan yang tidak kelihatan di luar ini, tengah berdiam dalam diri anda, menyatu dengan anda, menyatu dengan azab anda. Derita anda menjadi juga derita Tuhan. Tangisan anda menjadi juga ratapan Tuhan. Doa anda menjadi juga doa Tuhan.

Jika anda ingin menangis, baiklah, menangislah. Sesudah itu, tertawalah, bersyukurlah, naikkan madah, pujilah Tuhan anda, bangun kembali pengharapan.

Jika anda ingin tidur karena letih dan beban batin berat, tidurlah. Tidur yang nyenyak setiap malam ikut menyembuhkan banyak penyakit.

Setelah bangun tidur, bernyanyilah, ungkapkan semua beban anda lewat nyanyian-nyanyian spontan dan bebas yang anda lantunkan tanpa persiapan. Yang anda susun sendiri sementara menyanyikannya.

Susunlah puisi-puisi lisan anda tanpa persiapan, gubahlah dengan bebas, lantunkan puisi-puisi sekejap anda itu sebagai nyanyian-nyanyian. Ikuti suasana hati dan gerak-gerik pikiran anda; ungkap sebisanya semuanya lewat puisi-puisi madah anda.

Yakinlah, sekali lagi: yakinlah, bahwa hidup anda bermakna, mempunyai tujuan penting, sekalipun dalam hidup anda harus berteman dengan azab dan derita terus-menerus hingga ajal. Orang lain bisa belajar banyak hal baik dari kehidupan anda maupun dari kematian anda. Menemukan hikmah, makna dan tujuan agung kehidupan, bahkan kehidupan yang penuh azab, adalah energi dan bahan bakar untuk membuat anda tangguh bertahan dan bergerak maju dalam kehidupan anda.

Lewat kegagalan dan kesengsaraan dan kemalangan, setiap orang bisa belajar menjadi tangguh, matang, dan makin dewasa. Bahkan lantaran ada banyak penyakit, persoalan, azab dan bencana, iptek makin maju dan berkembang demi mengatasi dan mengalahkan semua keburukan dan nestapa itu, dengan para ilmuwan berpikir lebih keras dan lebih cerdas dan lebih jeli.

Begitulah bimbingan yang saya bisa berikan kepada anda. Saya berupaya membimbing dan menguatkan anda, karena saya juga tahu dan sedang merasakan apa itu penderitaan, apa itu azab, apa itu ratap tangis, apa itu rasa sakit, dan apa itu kegembiraan, tawa ria, beriman dan berpengharapan, tidur dan terjaga, berpikir keras dan menenangkan pikiran.

Saya tidak bisa menyatakan bahwa penjelasan saya di atas sudah definitif, sudah pasti dan final. Tidak ada penjelasan yang final atas hal apapun dalam jagat raya ini.

Selain itu, perlu diketahui topik yang saya sudah beberkan ringkas di atas adalah topik yang sudah belasan abad lamanya memusingkan para pakar teologi, yang disebut sebagai problem teodise, problem yang muncul saat kita bertanya yang sulit dijawab selama ini:

Tuhan, di manakah keadilan dan kuasa dan kasih-Mu, sementara orang-orang yang mencintai dan melayani-Mu terus mengalami azab dan kemalangan yang tak pernah berakhir? 

31 Juli 2017
Pk. 24:58 AM
ioanes rakhmat

Editing mutakhir:
16 Agustus 2017
Pk. 1:30 AM

Notes

/1/ Jim Kozubek, "This is why the first CRISPR baby won't be born in the USA", NewScientist, 10 August 2017, https://www.newscientist.com/article/2143427-this-is-why-the-first-crispr-baby-wont-be-born-in-the-us.

/2/ Ananya Mandal, "What is oncology", News Medical Life Sciences, Dec 5, 2013, https://www.news-medical.net/health/What-is-Oncology.aspx.


Saturday, July 29, 2017

Doa, mubazir atau berkhasiat?

DOA, MUBAZIR atau BERKHASIAT?

Dr. Ryu Hasan, yang bekerja sebagai dokter bedah saraf, baru saja menulis sebuah status pada Facebooknya, begini: "Do'a adalah obat tanpa efek samping dan tanpa efek-efek yang lain, alias nggak ngefek sama sekali."

Ini respons saya:

AAH GAK JUGA. Lepas dari Tuhan ada atau tidak ada, jika dengan tulus dan khusuk kita mendoakan orang lain yg sedang berbeban berat, orang yang kita doakan ini akan mengalami efek psikologis berupa ketenangan dan mendapatkan kembali optimisme, atau setidaknya merasa beban mentalnya diringankan, karena ada orang lain yang peduli.


Begitu juga, kalau kita sedang dalam problem berat, lalu kita berdoa sendiri kepada Tuhan yang kita percaya (entah siapapun sosok Tuhan yang kita percaya ini), kita biasanya akan mengalami penguatan kembali, merasa diringankan, merasa kita tidak sendirian dan menemukan sosok yang mau peduli dan sedang menguatkan dan menolong kita.

Doa itu semacam katarsis psikologis, dengan kawan bicara kita Tuhan yang kita percaya mahapenyayang, lepas dari Tuhan ini atau Tuhan itu ada atau tidak ada.

Setiap orang, termasuk yang mengaku ateis, perlu melakukan katarsis, curhat, atau buang unek-unek. Tujuannya: ya melepaskan beban mental psikologis yang berat dan menimbulkan rasa sesak pada jiwa. Ada banyak bentuk dan saluran katarsis. Doa adalah salah satunya; dus, doa adalah suatu bentuk terapi psikologis. Tentu saja, katarsis bukan satu-satunya tujuan doa.

Meskipun psikologi modern, yang kini sudah terbagi ke dalam sub-subspesialis, tidak dikenal oleh orang zaman pramodern dan prailmiah yang, secara kolektif partisipatif, menulis teks-teks (yang kemudian dipandang) suci, mereka juga butuh katarsis, baik lewat curhat biasa kepada sesama maupun lewat doa-doa kepada Tuhan mereka masing-masing. Problem kejiwaan dan mental sudah dialami organisme yang berkesadaran seperti manusia, sejak awal kemunculan Homo sapiens, 300 ribu hingga 400 ribu tahun lalu di Afrika Selatan.

Berbagai problem kejiwaan yang timbul di era modern mungkin mereka tidak alami. Namun, anekaragam problem mental tentu juga diderita moyang-moyang manusia di zaman purba. Seekor burung atau seekor anjing yang semula hidup lepas bebas, lalu ditangkap dan dimasukkan ke dalam sebuah kandang, atau dicancang, bisa akhirnya mati terpuruk karena stres berat.

Andaikanlah Adam skriptural yang tidak memiliki sebuah pusar di permukaan kulit perutnya betulan ada. Nah si Adam ini konon menderita kesepian jiwa karena hanya dia sendiri yang ada di muka Bumi. Betapa kesepiannya dia. A very very lonely guy! 

Sangat mungkin si Adam ini kerap bermuram durja dan uring-uringan. Tuhan tentu melihat wajah murung si Adam ini, dan Tuhan tahu keadaan jiwa satu-satunya insan di muka Bumi ini. Tuhan menilai kondisi ini tidak baik bagi Adam. Akhirnya Tuhan memberi sebuah terapi psikologis kepadanya, dengan menghadirkan Hawa sebagai mitranya. Mungkin juga si Adam ini terus-menerus curhat ke Tuhan dalam hati, mengungkapkan kesepian jiwanya dan ketidakbahagiannya, lewat banyak doa.

Ada banyak tujuan doa. Bukan cuma untuk curhat atau meminta sesuatu. Misalnya dalam doa, kita hanya berdoa lewat nyanyian-nyanyian agung dengan penuh penghayatan, untuk memuji Tuhan. Saat ini kita lakukan, hormon-hormon neurokimiawi atau neurotransmitters penimbul rasa damai, kalem, cinta, tenang, relaxed, santai, persahabatan, terproduksi dalam struktur-struktur neural dan kelenjar dalam otak lalu oleh darah dibawa ke seluruh tubuh.

Akibatnya, doa puji-pujian menimbulkan efek psikologis tenang, damai, persahabatan, cinta, relaksasi, sifat sosial, rasa gembira, optimis, dll. Dalam hal ini, hormon-hormon seperti oxytocin, GABA, endorfin, dopamin, adrenalin, dan serotonin dll sangat banyak terproduksi.

Itulah manfaat positif doa meskipun doa tidak bisa memindahkan sebuah gunung. Manfaat positif doa pada ranah mental psikologis potensial berdampak positif juga pada tubuh kita. Tubuh dan jiwa atau mental kita adalah suatu sistem biologis psikosomatis yang tidak terpisah, tapi terjalin: tubuh dan mental kita berinteraksi satu sama lain, saling mempengaruhi dan membentuk.

Tapi harus segera diingat, sama seperti kita bisa salah dan keliru berpikir, doa juga bisa keliru dan salah, karena doa itu juga isi pikiran. Yaitu, ketika kita, setelah membentuk sikap berdoa dengan kedua belah tangan saling menggenggam dan mengucap doa dalam hati, kita langsung bangun dan melompat untuk menerkam dan melahap orang lain sebagai mangsa kita. Inilah model doa belalang sentadu; atau model doa seorang pemburu yang sehabis berdoa, langsung menembak jitu sampai mati seekor hewan buruannya. Doa yang manipulatif, tidak etis.

Doa yang benar ya doa yang setelah diserukan mendorong semua orang yang habis berdoa itu saling merangkul dan memeluk, dan komitmen yang kuat terbangun untuk menegakkan kasih dan cinta persaudaraan antar para pendoa dan antar seluruh umat manusia. Inilah model doa semut yang beriring, atau model doa para pendayung sebuah perahu. Inilah doa yang etis, yang keluar dari isi hati yang bersih, tidak manipulatif.

Ada orang yang menegaskan bahwa jika orang yang kita doakan itu berdiam jauh dari tempat kita berdoa, dan mereka tidak tahu bahwa kita sedang atau telah atau akan mendoakan mereka, doa kita tidak akan mendatangkan efek apa-apa pada mereka.

Tentang hal itu, sementara ini saya hanya bisa menjawab, ya kita tidak tahu apakah dalam sikon ini doa jarak jauh yang tidak diketahui oleh orang yang didoakan akan memberi atau tidak memberi efek apapun. Mungkin nanti, penemuan dalam studi-studi yang mendalam dalam fisika Quantum, entah dalam bentuk apa, akan bisa menjawab kekuatan pikiran manusia dan dampaknya bagi objek-objek yang jauh lokasinya.

Eh, ada sebuah contoh lain yang dimunculkan rekan saya yang sama, dr. Ryu Hasan. Katanya, ayam yang sakit, setelah didoakan oleh sekian orang, tetap saja sakit. Ini, katanya lagi, bukti bahwa doa itu tidak ngefek.

Respons saya ya begini saja: ayam itu bukan manusia, meski keduanya hidup. Struktur, volume, dan konten, cakupan dan kapasitas kerja otak manusia beda jauh dari otak ayam. Otak manusia memungkinkan sebuah doa yang empatis diberi respons positif yang mempengaruhi dengan positif juga keadaan mental dan tubuh orang yang didoakan. Otak ayam tidak bisa begitu. Ini serupa dengan mendoakan sebuah gunung tinggi, dalam nama Tuhan, untuk bergerak pindah. Ya tidak akan pernah bisa.

Tapi sebuah doa yang ikhlas, bersahabat, empatis, solider, tidak menghukum, tidak menghakimi, akan bisa menggerakkan hati dan pikiran orang yang didoakan, untuk pindah dari kondisi putus asa dan merasa tak berdaya, masuk ke kondisi munculnya pengharapan dan kekuatan kembali.

Semoga bermanfaat.

29 Juli 2017
Di pagi hari
ioanes rakhmat

Cc:
Ryu Hasan